Kuliah Ke Luar Negeri? Jangan Mimpi!

 


Mungkin di antara Anda saat ini ada yang memiliki impian kuliah ke luar negeri tapi rasanya jalan menuju itu tertutup, terhalang tembok yang begitu tebal. Rasanya hanya mukjizat yang mampu merobohkannya. Bila hal tersebut yang sedang Anda alami, yuk kita bahas satu per satu faktor penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Faktor keuangan

Banyak yang beranggapan pasti kuliah di luar negeri membutuhkan biaya yang mahal. Kalkulator di otak sudah langsung bekerja. Kalau mau kuliah ke luar negeri pasti butuh persiapan test bahasa seperti TOEFL / IELTS memangnya gak butuh biaya apa? Terus kalau keterima memangnya gak butuh beli tiket pesawat? Gak butuh beli pakaian? Berapa uang kuliahnya? Biaya tempat tinggalnya? Biaya hidup? Sudahlah gak perlu mimpi muluk-muluk. Orang hidup itu yang realistis aja, gak usah mimpi di siang bolong.

Kalau ada yang sedang menghadapi dilema seperti itu tapi keinginan Anda untuk kuliah di luar negeri beneran menggebu-gebu, coba cari info tentang peluang beasiswa. Kalau raport bagus atau memiliki prestasi, ada kemungkinan dengan strategi yang tepat dan persiapan yang matang  bisa diterima di universitas yang sesuai dengan kriteria yang  dimiliki.

Sebagai contoh kalau keterima kuliah di Jepang dengan beasiswa MEXT di universitas yang pengajarannya dalam bahasa Inggris, akan mendapat tiket pesawat kelas ekonomi PP, bebas biaya kuliah, dapat biaya hidup dan akomodasi. Jadi tugas Anda hanya kuliah saja enggak perlu bingung biaya lagi. Kalau ingin kerja paruh waktu pun masih memungkinkan. Problem keuangan teratasi khan. 

Di China juga ada universitas yang memberi gratis akomodasi selama 4 tahun masa kuliah, full scholarship, bahkan ada yang memberi biaya hidup. Pengajaran dalam bahasa Inggris. Juga bisa mengajukan tambahan beasiswa dari pemerintah China.

Itu semua hanyalah contoh kecil. Kalau Anda membaca kisah sukses orang-orang, ada banyak peluang yang bisa dicari. Pertanyaannya apakah Anda sungguh-sungguh ingin kuliah di luar negeri dan mau berjuang untuk itu?

2. Ribet 

Ada orang yang inginnya yang praktis aja. Orang yang tidak mengerti seluk beluk perkuliahan di luar negeri tidak semuanya mau belajar dan mencari informasi. Apalagi ya memang proses pendaftaran kuliah ke luar negeri ada banyak tahapannya, beda dengan pendaftaran kuliah di dalam negeri.

Kalau ini kendala yang  dihadapi, coba cari agen / konsultan yang bisa membantu dan membimbing. Dengan bergabung di group melalui link https://tribelio.page/konsultasikuliahln Anda bisa bertanya, berkonsultasi dan berdiskusi. Ada banyak orang tua yang dengan senang hati menceritakan pengalaman mereka dan memberi petunjuk langkah Anda selanjutnya.

3. Tantangan Bahasa

Kalau kuliah di luar negeri ya memang sih otomatis bahasa pengantarnya bukan bahasa Indonesia. Misal Anda kuliah di Jepang atau China dengan bahasa pengantar Inggris. Berarti Anda perlu menguasai bahasa Inggris karena pelajaran akan diajarkan dalam bahasa ini. Namun Anda sedikit banyak pun perlu mempelajari bahasa lokal karena saat berbelanja, potong rambut, ke depot / resto, dsb Anda perlu berinteraksi dengan orang lokal khan.

Solusinya siapkan diri Anda belajar bahasa pengantar kuliah dan pelajari bahasa sehari-hari penduduk lokal dan budayanya agar lebih siap baik secara mental maupun emosional. 

4. Rindu rumah, keluarga, dan teman

Untuk mengatasi homesick, manfaatkan teknologi agar tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman misalnya dengan melalukan video call, telp, chat, atau melalui media sosial. Selain itu cobalah membangun jaringan sosial baru di lingkungan yang baru.

5. Kesulitan pelajaran   

Kadang ada gap standard pelajaran di negara kita dengan di luar negeri. Untuk mengatasinya tanya ke kakak kelas persiapan apa saja yang perlu dilakukan. Di China pelajaran math seringkali dikemas dalam bentuk pembuktian. Jika ingin mengambil kuliah yang berbau programming dan koding seperti Computer Science, Data Science, dsb pastikan sudah menguasai dasar-dasarnya.

6. Kaget dengan perubahan iklim

Di Indonesia kita hanya menghadapi musim penghujan dan musim kemarau. Kalau pergi ke negara 4 musim, persiapkan pakaian yang sesuai dengan iklim di negara tujuan. 

Sebelum kuliah ke luar negeri, kumpulkan informasi yang memadai, tonton youtube, berdiskusi dengan orang yang memiliki pengalaman tinggal di negara tersebut atau kuliah di universitas tersebut sehingga culture shock bisa dihindari dan banyak hal sudah dipersiapkan sebelumnya jadi proses adaptasi terasa lebih mudah. 


Pada intinya kuliah di luar negeri adalah sebuah keputusan besar yang harus dipertimbangkan dengan matang dan dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Kuliah di luar negeri itu seperti memaksa orang keluar dari zona nyaman. Pasti ada banyak kendala yang harus dihadapi. Miliki mindset yang positif. Bertekadlah untuk bertumbuh, menjadi better version dari dirimu. Tingkatkan kemampuan, daya juang, pola pikir, semangat, dan semua yang diperlukan untuk bertumbuh.

Setelah keluar dari zona nyaman, Anda harus bisa mengalahkan fear zone, baru setelah itu bisa merasakan learning zone dan menuju growth zone. Di setiap zone ada hal yang perlu ditaklukkan. Tapi begitu Anda berhasil, Anda akan merasakan kelegaan dan lebih menghargai diri sendiri. 


Dengan persiapan yang tepat, dukungan yang memadai, dan mindset yang positif, banyak kendala dapat teratasi dan pengalaman kuliah di luar negeri akan menjadi sangat bermanfaat bagi perkembangan pribadi dan akademik Anda. Masa depan yang lebih cerah pun lebih mudah tercapai.Jangan biarkan kendala yang ada menghalangimu mencapai mimpimu.


Comments

Popular posts from this blog

Beda Universitas dan College: Mana yang Lebih Cocok Untukmu?

Universitas di Jepang untuk S1 Pengajaran dalam Bahasa Inggris

Beasiswa MEXT Rekomendasi Universitas

Mungkinkah Kuliah di Luar Negeri dengan Biaya Minimal?

Bolehkah Menulis Essay / Personal Statement dengan Bantuan AI?